Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Jadi Pemicu Meninggalnya Kreator Serial Dragon Ball, Yuk Kenali Hematoma Subdural Akut

Muhammad Fahmi • Sabtu, 9 Maret 2024 | 04:13 WIB

 

Photo
Photo

Meninggalnya Akira Toriyama, komikus pencipta serial manga Dragon Ball jadi kesedihan mendalam pecinta anime. Sosok 68 tahun itu meninggal usai bergulat dengan penyakit hematoma subdural akut yang dideritanya.

"Teman-teman dan partner yang terhormat. Kami sangat sedih memberi tahu kalian bahwa pencipta manga Akira Toriyama meninggal dunia pada tanggal 1 Maret karena hematoma subdural akut," demikian keterangan Bird Studio. 

Lalu, apa itu hematoma subdural akut?

Dilansir dari halodoc, hematoma juga disebut pendarahan subdural. Yakni kondisi ketika darah menumpuk di antara dua lapisan di otak. Yakni arachnoid dan lapisan dura.

Hematoma subdural merupakan jenis pendarahan yang terjadi dalam tengkorak kepala. tetapi, di luar jaringan otak yang sebenarnya.

Otak memiliki tiga lapisan membran atau penutup (disebut meninges) yang terletak di antara tulang tengkorak dan jaringan otak yang sebenarnya.

Fungsi meningen adalah untuk menutupi dan melindungi otak. Seseorang yang mengalami  hematoma subdural mengalami robekan pada pembuluh darahnya.

Nah, kondisi paling banyak terjadi, vena dan darah bocor keluar dari pembuluh yang robek ke ruang di bawah lapisan membran dura mater.

Ruang ini disebut ruang subdural karena berada di bawah dura. Perdarahan ke dalam ruang ini disebut perdarahan subdural.

Hematoma subdural bisa menimpa siapapun yang mengalami cedera kepala parah. Biasanya, hematoma subdural kronis terbentuk secara bertahap beberapa minggu setelah cedera kepala ringan.

Jenis ini lebih sering dialami lansia atau seseorang yang menggunakan obat antikoagulan (pengencer darah), minum alkohol berlebihan, atau memiliki kondisi medis lain. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko hematoma subdural.

Mulai bertambahnya usia, penyalahgunaan alkohol, mengonsumsi obat antikoagulan atau pengencer darah. Konsumsi obat untuk mengurangi risiko pembekuan darah dapat meningkatkan risiko hematoma subdural kronis.

Ada beberapa gejala seseorang mengalami hematoma subdural. Diantaranya, perubahan tingkat kesadaran, sakit kepala, bicara melantur, perubahan kepribadian, napas yang abnormal, kesulitan berjalan, hingga kelemahan pada satu sisi tubuh.

Hematoma subdural cenderung terjadi secara tiba-tiba. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko cedera di bagian kepala. Seperti menggunakan perlengkapan yang aman ketika beraktivitas atau berolahraga.

Editor : Muhammad Fahmi
#dragon ball #Akira Toriyama