APBD Pasuruan 2027 Tembus Rp 4 Triliun, Pemkab Genjot Investasi Meski Defisit Rp 546 Miliar

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 18:39 WIB
PAPARAN: Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori, saat memberikan paparan dalam paripurna penyampaian Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. (Muhamad Busthomi/Radar Bromo)
PAPARAN: Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori, saat memberikan paparan dalam paripurna penyampaian Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. (Muhamad Busthomi/Radar Bromo)

Radar Pasuruan - Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai mengarahkan pembangunan tahun 2027 pada penguatan pertumbuhan ekonomi dan investasi. Kebijakan tersebut didukung proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp4,075 triliun yang akan difokuskan untuk pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kapasitas fiskal daerah.

Arah pembangunan itu disampaikan Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori saat rapat paripurna penyampaian Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 di DPRD Kabupaten Pasuruan.

Menurut Gus Shobih, tema pembangunan Kabupaten Pasuruan pada 2027 mengusung Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi dengan Dukungan Kolaborasi Vertikal dan Horizontal.

"Arah kebijakan pembangunan Kabupaten Pasuruan tahun 2027, difokuskan pada penguatan pertumbuhan ekonomi dan investasi, dengan dukungan kolaborasi vertikal maupun horizontal," ujarnya.

Untuk mendukung tema tersebut, pemerintah daerah menetapkan lima prioritas pembangunan. Meliputi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), peningkatan kualitas lingkungan hidup dan penanganan bencana, penguatan investasi sektor strategis, peningkatan kualitas infrastruktur wilayah, serta penguatan tata kelola pemerintahan melalui peningkatan kapasitas fiskal, kolaborasi pentahelix, dan digitalisasi data terintegrasi.

Dari sisi keuangan daerah, pendapatan Kabupaten Pasuruan pada 2027 diproyeksikan mencapai Rp3,528 triliun. Sementara belanja daerah direncanakan sebesar Rp4,075 triliun.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan mencapai Rp1,761 triliun. Nilai tersebut berasal dari penerimaan pajak daerah sebesar Rp1,135 triliun, retribusi daerah Rp613,17 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp5,25 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp8 miliar.

Selain PAD, pemerintah juga menargetkan pendapatan transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp1,627 triliun dan transfer antar daerah sebesar Rp138,96 miliar.

Baca Juga: Bediding di Pasuruan Mulai Mereda, Suhu Tretes Naik tapi Masih Masuk Tiga Terdingin di Jatim

Pada sisi belanja, alokasi terbesar masih berada pada belanja operasi yang mencapai Rp2,515 triliun. Anggaran tersebut mencakup belanja pegawai sebesar Rp1,292 triliun, belanja barang dan jasa Rp1,153 triliun, belanja hibah Rp60,5 miliar, bantuan sosial Rp1,88 miliar, serta pembayaran bunga pinjaman sebesar Rp6,8 miliar.

Sementara itu, pemerintah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp871 miliar untuk mendukung pembangunan fisik di berbagai sektor.

Selain itu, belanja tidak terduga sebesar Rp35 miliar disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat maupun bencana. Adapun belanja transfer kepada pemerintah desa dan pemerintah daerah lainnya mencapai Rp653,47 miliar.

Dalam rancangan KUA-PPAS tersebut, APBD Kabupaten Pasuruan 2027 diproyeksikan mengalami defisit sebesar Rp546,85 miliar.

Pemerintah daerah berencana menutup defisit tersebut melalui pembiayaan netto yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp187,35 miliar serta rencana pinjaman daerah senilai Rp363 miliar.

"Penyusunan KUA dan PPAS ini, menjadi dasar penyusunan APBD 2027 agar seluruh program pembangunan dapat berjalan, sesuai prioritas yang telah ditetapkan," kata Gus Shobih.

Baca Juga: Susunan Pemain Indonesia vs Timor Leste Resmi Dirilis, Mitchell Baker Jadi Andalan di Lini Depan

Editor : Moch Vikry Romadhoni
APBD 2027 Gus Shobih Pembangunan Daerah investasi kabupaten pasuruan