Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Sekolah Rusak Berat di NTT, Siswa Tetap Belajar Duduk di Tanah

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 13 Februari 2026 | 15:51 WIB

 

Viral kondisi SMPN 48 Sa Ate Gaikiu di NTT yang memprihatinkan. (TikTok/niamaris97)
Viral kondisi SMPN 48 Sa Ate Gaikiu di NTT yang memprihatinkan. (TikTok/niamaris97)

Radar Pasuruan - Potret ketimpangan fasilitas pendidikan di Indonesia kembali menjadi perhatian publik setelah beredar video kondisi siswa yang belajar di sekolah dengan bangunan rusak.

Video tersebut memperlihatkan kegiatan belajar mengajar di SMPN 48 Sa Ate Gaikiu, yang berada di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Rekaman itu diunggah akun TikTok @niamaris97 pada Jumat, 13 Februari 2026.

“Bangunan runtuh (tidak) libur. Bangunan runtuh, tetap sekolah,” dikutip dari keterangan unggahan tersebut.

Bangunan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah diterjang angin kencang. Sebagian besar atap bangunan terlepas, sementara kayu penyangga patah sehingga ruang kelas yang berdinding bambu menjadi tidak aman digunakan.

Dari informasi di kolom komentar, pemilik akun menyebutkan bahwa hingga kini bangunan sekolah tersebut belum mendapat perbaikan.

“Kak, maaf apakah sampai sekarang masih seperti ini sekolahnya?” tanya salah satu warganet dengan akun @Rosa.
“Masih belum direnovasi,” jawab pemilik akun.

Dalam video itu juga terlihat para siswa mengikuti pelajaran tanpa fasilitas meja dan kursi. Mereka duduk langsung di lantai tanah yang masih dipenuhi puing kayu bekas bangunan.

“Di saat anak-anak yang lain mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai, berbeda dengan anak-anak ini. Mereka menerima pelajaran sambil duduk melingkar di tanah,” tulisnya.
“Terlihat begitu kejam, tapi itu sudah nasib anak-anak di pelosok negeri. Hanya untuk bermimpi saja, mereka berdarah-darah,” lanjutnya.

Sekolah tersebut diketahui baru diresmikan pada Mei 2024. Namun, konstruksi bangunan yang masih menggunakan bambu dan lantai tanah membuatnya mudah rusak.

Unggahan video tersebut kemudian memicu simpati warganet. Banyak yang menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi siswa serta berharap pemerintah segera memperbaiki fasilitas pendidikan di daerah tersebut.

“Sangat tidak layak, kasian anak-anaknya belajar pun tidak nyaman. Pemda harus punya peran penting, tapi entahlah,” tulis akun @pio***.
“Anggaran dari Pemerintah Pusat pasti ada, tinggal tagih ke Pemerintah Daerah setempat,” tulis akun @kkr***.
“Kenapa bangunannya masih pakai bambu? Tidak layak lagi, ini 2026, tolong dululah,” tulis akun @kke***.
“Tetap semangat anak-anak penerus bangsa, tuntutlah ilmu sebaik-baiknya meski situasinya tidak baik-baik saja,” tulis akun @arn***.

Baca Juga: OTT PN Depok Bongkar Borok Lama, KPK Sebut Korupsi Sudah Dipetakan 5 Tahun Lalu

Editor : Moch Vikry Romadhoni