Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Gara-gara Aki Alat Berat Dicuri, Warga Padang Tangani Sungai Secara Manual

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 26 Desember 2025 | 22:22 WIB

 

Warga di Kuranji, Kota Padang perkuat tanggul secara manual tanpa alat berat usai dugaan pencurian aki.
Warga di Kuranji, Kota Padang perkuat tanggul secara manual tanpa alat berat usai dugaan pencurian aki.

Radar Pasuruan - Di tengah upaya penanggulangan banjir dan tanah longsor di Sumatera, muncul tindakan oknum tak bertanggung jawab yang justru merugikan warga. Dampaknya dirasakan masyarakat Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, yang kehilangan akses bantuan alat berat.

Warga setempat kini harus bergotong royong secara manual untuk menangani aliran Sungai Guo. Tanpa dukungan alat berat, mereka turun langsung ke sungai, mengangkat batu serta gelondongan kayu demi memperkuat tanggul dan mengendalikan aliran air.

Kondisi tersebut terungkap lewat unggahan video akun TikTok @aulianolaaa yang memperlihatkan puluhan warga bekerja bersama di sungai. Dalam keterangannya, pemilik akun menyebut bantuan alat berat tak lagi diberikan setelah terjadi dugaan pencurian aki.

“Karena ulah maling, kampung kami sudah tidak dapat bantuan alat berat lagi, padahal yang berbuat bukan bagian warga kami,” tulisnya dalam keterangan video, dikutip pada Jumat, 26 Desember 2025.

Ia menjelaskan bahwa warga terpaksa memindahkan bebatuan ke tebing sungai karena air kembali meluap. Luapan tersebut bahkan membuat aliran Sungai Guo terbelah menjadi dua cabang. Tebing sungai yang sebelumnya sudah diperkuat alat berat kini kembali terkikis dan berisiko jebol.

Dalam video, tampak warga mengangkat kayu gelondongan yang harus dipikul bersama hingga empat orang untuk dijadikan tanggul darurat. Sebagian warga lainnya menata batu di dasar sungai agar aliran air lebih terkendali.

Upaya gotong royong ini dilakukan setelah alat berat ditarik akibat dugaan pencurian aki. Pemilik akun mengungkapkan bahwa ketua RT setempat sempat kembali mengajukan permohonan bantuan alat berat, namun ditolak.

“RT kami sudah mencoba mengajukan permintaan alat berat lagi, tapi ditolak karena pernah ada kemalingan aki dari alat tersebut,” tambahnya.

Ia menyebutkan bahwa kehilangan aki terjadi pada 9 Desember 2025, saat alat berat baru beroperasi sekitar tiga hari. Pencurian diduga terjadi pada waktu subuh, ketika warga yang berjaga sempat terlelap.

“Selama alat berat bekerja kemarin, warga sudah melakukan ronda dan di hari akinya hilang, warga ronda hingga jam setengah 4 subuh,” tulisnya lagi.

“Saat warga tidur sejenak, di situ maling beraksi karena jarak parkir alat berat agak sedikit jauh dari rumah warga,” sambungnya.

Meski demikian, warga menyatakan tetap berupaya mencari keberadaan aki yang hilang dan tidak ingin lepas tanggung jawab. Mereka juga berharap bantuan alat berat bisa kembali diberikan.

“Kami para warga juga sudah berusaha mencari tau soal aki yang hilang, kami tidak lepas tangan,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika bantuan alat berat kembali datang, warga sepakat memperketat ronda dan memarkir alat berat lebih dekat ke permukiman.

“Kami para warga sudah sepakat jika kami dapat bantuan alat berat lagi, kami akan melakukan ronda lagi secara bergantian dan parkir alat berat akan disediakan di depan rumah warga,” tukasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#alat berat #manual #aki #banjir