Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Prabowo Bikin Arab Saudi Terkesan hingga Buka Peluang Tambahan Kuota Haji

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 15 Juli 2025 | 02:34 WIB

 

Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) di Istana Al-Salam, Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu (2/7).
Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) di Istana Al-Salam, Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu (2/7).

Radar Pasuruan - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan momen diplomasi cerdas yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Pertemuan keduanya berlangsung di Istana Al-Salam, Jeddah, pada Rabu (2/7).

Topik yang dibahas dalam pertemuan bilateral itu meliputi isu strategis seputar haji, termasuk kemungkinan penambahan kuota serta rencana pembangunan Kampung Haji di Makkah.

Menag Nasaruddin menyebut, pada awal pertemuan suasana terasa tegang karena Pangeran MBS terlihat kaku dan tidak menunjukkan senyum.

Namun, Prabowo mampu mencairkan situasi dengan pendekatan diplomasi yang penuh empati.

Menurut Nasaruddin, suasana mulai mencair saat Presiden Prabowo menyampaikan pernyataan penuh hormat dalam bahasa Inggris kepada MBS.

Ia menyebut Pangeran sebagai penguasa Haramain dan menyatakan rasa hormat atas kepemimpinannya dalam melayani umat Islam.

“Meski usiamu lebih muda dari saya, kamu adalah penguasa Tanah Suci. Maka kami wajib hormat. Kalimat itu disambut tepuk tangan, dan MBS pun tersenyum,” kata Nasaruddin dalam acara Penutupan Operasional Haji 2025 di Kantor Kemenag, Senin (14/7).

Ia juga memuji kefasihan Presiden Prabowo berbahasa Inggris. Bahkan, menurut Nasaruddin, MBS sendiri terlihat lebih nyaman menggunakan bahasa Inggris ketimbang Arab, karena latar belakang pendidikan dan pengalaman tinggal di luar negeri.

Selama pertemuan, Pangeran MBS sempat menyampaikan data mengejutkan soal tingginya jumlah jamaah haji asal Indonesia yang wafat di Saudi.

Hal itu sempat membuat suasana kembali tegang.

Namun Prabowo merespons dengan tenang dan humoris. Ia menyebut banyak jamaah Indonesia memang bercita-cita wafat di Tanah Suci, seperti gurunya, KH Maimun Zubair, yang tetap memilih berhaji meski sudah lanjut usia.

Diplomasi hangat dan empatik yang ditunjukkan Presiden Prabowo inilah, menurut Nasaruddin, yang membuat suasana menjadi lebih bersahabat.

Bahkan, berbagai usulan Indonesia terkait pelayanan haji mendapatkan respons yang positif dari pihak Kerajaan Arab Saudi.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#prabowo #kouta #arab #haji