Radar Pasuruan - Di tengah berkobarnya konflik di Timur Tengah, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan tegas yang mengecam keras serangan brutal terhadap warga sipil Palestina.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, Kamis (3/7).
Ia menyesalkan kejahatan sistematis yang menurutnya dilakukan oleh Israel dengan dukungan penuh Amerika Serikat.
Boroujerdi menegaskan bahwa para korban bukanlah kombatan atau tentara, melainkan warga sipil yang mencakup anak-anak, perempuan, ilmuwan, dan rakyat biasa yang hanya ingin hidup damai di tanah kelahiran mereka.
Iran mengklaim bahwa serangan belakangan ini bahkan menyasar wilayah sipil seperti rumah, sekolah, dan laboratorium.
Ia menyebut tindakan tersebut sebagai 'noda hitam dalam sejarah modern' dan mengecam keras standar ganda dalam kebijakan luar negeri AS, khususnya ketika menyerang fasilitas nuklir Iran yang diklaim untuk tujuan damai.
Mewakili Iran, Dubes Boroujerdi menyatakan bahwa negaranya tidak akan berdiam diri.
Mereka akan memanfaatkan hak bela diri sebagaimana tercantum dalam Pasal 51 Piagam PBB dan siap melawan segala bentuk agresi.
Ia juga menyentil keras sikap diam lembaga-lembaga internasional dan negara-negara yang selama ini mengklaim membela hak asasi manusia.
Menurutnya, pembiaran terhadap kekejaman ini hanya akan memperkuat pelaku kejahatan dan membawa dunia ke dalam kehancuran moral yang lebih dalam.
Boroujerdi menutup pernyataannya dengan seruan kepada semua pihak yang masih memiliki hati nurani, termasuk pemerintah, media, dan masyarakat dunia, untuk bersuara dan tidak tinggal diam atas tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung.
Editor : Moch Vikry Romadhoni