Mas Rusdi, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa ruang kelas IV dan V memang sudah tidak layak pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Ia pun meminta agar pihak sekolah memanfaatkan ruang atau tempat lain sebagai kelas sementara, hingga bangunan diperbaiki dan bisa difungsikan kembali.
“Tadi saya sempat tanya ke kepala sekolah. Untuk kelas lima pindah ke ruang kelas enam, sedangkan kelas empat sementara belajar di Polindes. Yang penting, kegiatan belajar tetap berjalan dan anak-anak aman,” ujarnya.
Mas Rusdi juga menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan penilaian kerusakan (assessment) terhadap dua ruang kelas tersebut.
Setelah hasil assessment keluar, barulah akan ditentukan besaran dana yang dibutuhkan untuk perbaikannya.
“Segera kita bangun kembali. Bisa dari pergeseran anggaran atau sumber dana lainnya. Tapi tahap awalnya tetap assesmen dulu, baru kita tetapkan anggaran dan proses pembangunannya,” jelasnya.
Sementara itu, aktivitas belajar siswa SDN Petung III akan segera dipindahkan ke tempat lain karena atap kelas lain juga dinilai membahayakan dan berpotensi roboh.
Siswa kelas satu sampai empat akan direlokasi ke lokasi yang lebih aman, seperti rumah guru yang tak jauh dari area sekolah.
Relokasi ini mulai diberlakukan Selasa (27/5). Sementara kelas lima menempati ruang kelas enam.
“Mulai besok (hari ini), siswa kami pindahkan, terutama kelas satu hingga empat, karena kondisinya berbahaya. Sekarang sering hujan, kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Kepala SDN Petung III, Anisah. Untuk kelas lima, tetap berada di lingkungan sekolah dengan menggunakan ruang kelas enam yang ditinggalkan siswa kelas enam yang sudah menyelesaikan ujian.
Editor : Moch Vikry Romadhoni