BANGIL, Radar Bromo – Realisasi pendapatan dari retribusi parkir berlangganan di Kabupaten Pasuruan hingga September 2024 baru mencapai Rp 6.007.400.000, yang merupakan sekitar 64 persen dari target sebesar Rp 9.400.300.000.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Eka Wara Brehaspati, menjelaskan bahwa sektor parkir merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan, dengan potensi pendapatan parkir berlangganan yang cenderung meningkat secara konsisten.
Pencapaian ini menunjukkan perlunya evaluasi dan strategi untuk meningkatkan pendapatan dari sektor ini agar dapat memenuhi target yang ditetapkan.
“Dibandingkan tahun lalu, ada kenaikan potensi pendapatan sebesar 2 persen,” ungkap dia.
Kenaikan potensi pendapatan dari retribusi parkir berlangganan di Kabupaten Pasuruan dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Menurut Eka Wara Brehaspati, pertama, pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di daerah tersebut setiap tahunnya berkontribusi signifikan.
Kedua, peningkatan tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan juga memainkan peranan penting, karena retribusi parkir berlangganan sering kali ditarik bersamaan dengan pembayaran pajak tersebut.
Dengan adanya faktor-faktor ini, ada harapan bahwa pendapatan dari sektor parkir berlangganan akan terus meningkat dan mendekati target yang ditetapkan.
“Tahun ini, kami menargetkan kenaikan pendapatan sebesar Rp 210 juta dibandingkan tahun sebelumnya,” imbuh Eka.
Meski begitu, Eka Wara Brehaspati mengakui bahwa pencapaian target pendapatan akhir tahun masih sangat bergantung pada berbagai faktor, terutama tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.
Ia menekankan bahwa jika kesadaran masyarakat semakin meningkat, maka target pendapatan dari retribusi parkir berlangganan akan lebih mudah tercapai.
Hal ini menunjukkan pentingnya upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan dalam pembayaran pajak.
“Kami optimistis target pendapatan tahun ini dapat tercapai jika semua pihak, termasuk masyarakat, ikut berperan aktif," sampainya. (tom/one)
Editor : Moch Vikry Romadhoni