BANGIL, Radar Bromo–Keberadaan tempat ibadah dan pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan jadi perhatian Pemkab Pasuruan. Ratusan tempat ibadan dan ponpes digelontor kucuran dana hibah.
Hibah keagamaan tersebut direalisasikan untuk meningkatkan kualitas sarana peribadatan dan pendidikan.
Sebanyak 205 tempat ibadah dan lembaga pendidikan bakal menerima bantuan tersebut.
Tak hanya masjid, tetapi juga tempat ibadah yang lain. Yakni, 5 pura, 76 musala, 91 masjid, dan puluhan pondok pesantren.
Adapun besaran anggaran yang digelontorkan pemerintah, mencapai Rp 9,9 miliar.
Pj Bupati Pasuruan Andriyanto menegaskan, semua tempat ibadah umat beragama mendapat perhatian Pemkab Pasuruan untuk menjadi sasaran perbaikan.
Terlebih, ketika beberapa pura butuh sentuhan. Hal itu diketahui saat dirinya berkunjung ke Kecamatan Tosari beberapa waktu lalu.
“Jadi, beberapa pura juga akan diperbaiki. Karena banyak saudara-saudara kita di Tosari yang beragama Hindu, perlu dipastikan tempat ibadahnya dalam kondisi yang nyaman dan baik,” kata Andriyanto.
Ia berharap, dana tersebut bisa dimanfaatkan dalam waktu dekat. Targetnya, perbaikan di tempat-tempat ibadah sudah bisa dimulai akhir bulan ini.
Atau setidaknya setelah Lebaran mendatang.
“Khusus untuk tempat ibadah, memang hanya bisa digunakan untuk pengerjaan fisik, perbaikan gedung atau bangunan. Jadi, bukan untuk kegiatan operasional,” bebernya.
Lain halnya dengan hibah yang diberikan kepada lembaga pesantren.
Menurut Andriyanto, bantuan tersebut bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan operasional.
Di samping juga, tetap memprioritaskan sarana dan prasarana pembelajaran bagi para santri. (tom/one)
Editor : Muhammad Fahmi