Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Masih Banyak Balita Alami Masalah Gizi, Begini Upaya Puskesmas Bangil

Iwan Andrik • Jumat, 15 Maret 2024 | 22:50 WIB

 

EDUKASI: Tenaga Kesehatan Puskesmas Bangil saat memberikan edukasi kepada ibu balita berkaitan dengan penanganan gizi untuk anak.
EDUKASI: Tenaga Kesehatan Puskesmas Bangil saat memberikan edukasi kepada ibu balita berkaitan dengan penanganan gizi untuk anak.

BANGIL, Radar Bromo - Masa anak-anak adalah periode kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik, kognitif, dan sosial.

Gizi anak merupakan salah satu faktor fundamental yang menentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) suatu bangsa.

Pemenuhan gizi yang optimal pada masa ini, sangat penting untuk memastikan potensi anak dapat berkembang secara maksimal.

Di Indonesia, masalah gizi anak masih menjadi isu serius. Beberapa masalah gizi yang masih banyak terjadi.

Tak hanya masalah stunting. Tetapi, juga wasting (kurus) dan underweight (berat badan kurang) juga menjadi masalah gizi yang perlu diwaspadai.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022: 21,6 persen anak balita mengalami stunting (pendek), 7,7 persen anak balita mengalami wasting (kurus), 3,8 persen anak balita mengalami gizi buruk.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa 1 dari 4 anak balita di Indonesia mengalami masalah gizi.

Banyak faktor yang menjadi penyebab masalah gizi pada anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah gizi anak di Indonesia.

Sebagai upaya untuk intervensi penanganan masalah gizi, Puskesmas Bangil membuat inovasi “Keluarga Sehat Sadar Kebutuhan Gizi Balita (KELAS SAGITA)”.

Program inovasi ini bertujuan mengatasi segala bentuk permasalahan gizi balita dan memperbaiki kondisi gizi balita secara menyeluruh.

Edukasi kepada ibu balita terkait pemenuhan gizi pada anak, menjadi kegiatan yang dilakukan.

Selain itu, konseling gizi kepada ibu balita yang mengalami masalah gizi atau membutuhkan bantuan pemenuhan gizi.

Kegiatan yang dilakukan, juga mencakup pendampingan bagi balita yang mengalami masalah gizi.

Sehingga, bisa mendapatkan pelayanan lebih intensif dan dapat dipantau perkembangannya.

“Dengan inovasi ini, diharapkan dapat memperbaiki status gizi balita menjadi lebih baik. Yakni, dengan digalakkannya pendidikan gizi, penyebarluasan informasi, pembinaan, pergerakan tokoh dan kelompok-kelompok masyarakat dan adanya pendampingan keluarga,” ungkap dr. Inkhud Muawanah, kepala UOBF Puskesmas Bangil.

“Itu semua, akan semakin mendorong untuk tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,” imbuhnya. (one)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#gizi anak #puskesmas bangil