REJOSO, Radar Bromo-Kabupaten Pasuruan masih belum bisa bebas dari banjir. Tiap penghujan, sejumlah kawasan dilanda banjir.
Jumat (8/3), Sungai Rejoso di Kabupaten Pasuruan kembali meluap. Luapan air itu menggenangi perkampungan di 12 desa di Kecamatan Rejoso, Winongan dan Grati Total 2.405 KK dan 7.136 jiwa terdampak di tiga kecamatan.
Sampai Minggu (9/3), tinggi air yang menggenangi rumah warga beragam. Di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, Grati misalnya, tingginya mencapai 175 centimeter.
Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Welang Pekalen Dinas PU SDA Jawa Timur Anton Dharma mengatakan, setiap tahun sungai Rejoso selalu meluap.
Luapan yang terjadi pada Jumat (8/3) menurutnya, dikarenakan laut pasang. Selain karena intensitas hujan yang tinggi.
“Setiap awal tahun hijriyah, pasti laut pasang. Sementara hujan selalu turun. Sungai tidak mampu menampung air, lalu mengalir ke anak sungai. Karena sama-sama tidak mampu, akhirnya meluap,” katanya.
Ada beberapa anak sungai Rejoso yang meluap dan meluber ke pemukiman. Yaitu kali di Dusun Jetis, Desa Prodo, Kecamatan Winongan.
Lalu kali di Dusun Kebrukan, Desa Kedawungkulon dan di Desa Kambingan, kecamatan Grati. Tiga anak sungai ini terhubung ke sungai Rejoso.
Sedangkan banjir di empat desa di Kecamatan Rejoso, berasal dari luapan sungai Rejoso. Yaitu Desa Toyaning, Rejoso Lor, Jarangan dan Arjosari.
Tercatat puncak tertinggi debit air sungai Rejoso terjadi pada Jumat (8/3), yaitu di atas 125 meter kubik/detik. Ketinggian air seperti ini dikategorikan membahayakan dan pasti meluber.
Camat Rejoso Arfian FK mengatakan, ada beberapa desa yang terdampak di wilayahnya. Yaitu, Desa Toyaning, sebagian Desa Arjosari, sebagian Desa Jarangan dan sebagian Desa Rejoso Lor.
Sabtu (9/3) sore, banjir di Desa Toyaning berangsur surut. Sedangkan di Desa Rejoso Lor dan Jarangan, air mulai naik. Sebab debit air sungai Rejoso juga naik
“Faktornya adalah terjadi pasang surut air laut. Pagi pasang, siang surut, sore pasang lagi,” katanya.
Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, banjir awalnya terjadi di Kecamatan Winongan. Tepatnya di Dusun Jetis, Desa Prodo.
Penyebabnya karena hujan turun sangat deras pada Jumat (8/3) sekitar pukul 15.30 di Kecamatan Lumbang. Akibatnya, debit air sungai Rejoso meningkat.
Memang saat debit air Sungai Rejoso meluap, maka sejumlah desa di Winongan pasti terendam lebih dulu. Saat ini, ketinggian air bervariasi. Antara 30 sampai 50 sentimeter. Bahkan 100 centimeter lebih.
“Ini terjadi di beberapa desa di Kecamatan Winongan. Antara lain Desa Bandaran, Winongan Kidul, Prodo dan Winongan Lor,” lanjutnya.
Sementara itu di Kecamatan Grati, tepatnya di Desa Kedawung Kulon, masyarakat sudah siaga sejak Jumat (8/3) malam. Sebab, memang banjir diprediksi akan sampai ke Kedawung Kulon.
Pihaknya juga menyiapkan logistik dapur umum untuk antisipasi bilamana aktifitas memasak terganggu. Dan benar saja, debit air anak sungai Rejoso meluap. Merendam Kewadung Kulon hingga ketinggiannya 175 sentimeter.
Di sisi lain, hujan lebat yang turun menimbulkan bencana lain. Antara lain, pohon tumbang di Desa Bandaran dan dapur sebuah rumah ambruk.
Meski demikian menurut Sugeng, tidak ada korban jiwa. Namun, pihaknya tetap siaga dan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait. Seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk mengirim tim reaksi cepat.
PJ Bupati Pasuruan Andriyanto pun langsung mendatangi kawasan banjir di Desa Kedawung Kulon. Dia pun memastikan, pemkab hadir memberikan bantuan dan penanganan.
Sebab, banjir bisa menyebabkan kondisi lain yang membahayakan. Seperti hipotermia pada anak-anak, kesulitan mendapat bahan makanan dan serangan penyakit kulit.
“Kami ingin semua pihak bersinergi untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Baik pemerintah, maupun pihak swasta,” katanya.
Andriyanto juga menegaskan, pihaknya akan mencari simpul penyebab banjir ini. Sebab, banjir terjadi tahunan.
“Kalau bisa harus ada solusi. Namun, kalau tidak terelakkan misalnya ini banjir kiriman, maka dicari cara agar air segera surut. Nanti akan fokus ke arah sana,” janjinya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi