BEJI - Kelakuan Tole (bukan nama sebenarnya), 53, warga Beji, Pasuruan, ini benar-benar keterlaluan. Selain jarang memberikan nafkah, melihat istrinya yang sering pulang malam selepas bekerja, ia lantas menuduhnya yang bukan-bukan.
Minthul (juga bukan nama sebenarnya), 37, ini mengaku memang jengkel dengan tuduhan semena-mena terhadap dirinya.
Padahal, setelah menikah hingga 15 tahun lamanya, dirinya sudah cukup bersabar dengan keadaan ekonomi yang menimpa keluarganya.
“Kalau dia (Tole) kerjaannya serabutan, mau tidak mau saya harus ikut bantu ekonomi keluarga, apalagi anak juga sudah 3. Sehingga saya juga harus bekerja keras memenuhi kebutuhan keluarga,” aku Minthul.
Minthul pun mengaku tak menekan suaminya untuk selalu dapat memberi nafkah keluarga. Maklum, sebagai pekerja serabutan, pendapatan Tole tidak menentu. Sehingga sejak awal menikah, Minthul pun ikut bekerja sebagai buruh pabrik untuk pendapatan tetap keluarga.
Namun, Minthul kadang juga geregetan karena sampai belasan tahun menikah tidak ada peningkatakan ekonomi. “Saya juga sempat minta agar dia lebih berusaha, tapi dia malah marah. Mungkin dia merasa gengsi karena pendapatan saya lebih tinggi,” katanya.
Minthul pun akhirnya lebih berhati-hati untuk mempermasalahkan duit. Yang penting Tole masih mau bekerja. Syukur-syukur mau memberi uang belanja kepada Minthul.
Tetapi, yang justru membuat Minthul geregetan adalah sikap Tole yang tidak menghargai jerih payahnya. Karena shift pabrik memang selalu di-rolling, sehingga Minthul pun kadang harus pulang malam atau pagi sekalian.
Namun, Tole dikatakan ogah-ogahan untuk mengantar jemput istrinya. “Padahal, saya cari uang buat keluarga, dia gak mau bantu buat ngantar,” ujarnya. Sehingga, seringkali masalah inilah yang menjadi pemicu pertengkaran rumah tangga.
Terakhir karena Minthul dapat shift malam, Tole malah nyeletuk tidak enak saat Minthul pulang keesokan paginya. “Dia sering bilang kalau saya melacur buat cari duit karena berangkat malam pulang pagi. Jelas saya tidak terima,” keluh Minthul.
Tak cukup di situ. Belum hilang kekesalannya, sang suami justru minggat entah kemana. Merasa suaminya tidak bertanggung jawab dan sering melecehkan dirinya, Minthul pun akhirnya memilih bercerai. (eka)
Editor : Muhammad Fahmi