PASURUAN - Bekerja jauh dari istri membuat Tole, 30 (bukan nama sebenarnya) jadi lupa daratan. Lantaran melihat ada sales promotion girl (SPG) di tempatnya bekerja menyervis motor, Tole lantas kepincut untuk minta di-“servis” sang SPG.
Maklum, SPG itu punya bodi dan perawakan yang lebih bohai dari istrinya. Sebut saja nama sang SPG itu Minthul, 26 (bukan nama sebenarnya) warga Puspo, Kabupaten Pasuruan.
Saat pertama kali bertemu Tole, usia Minthul kala itu baru 19 tahun dan baru lulus SMA. Alias masih kinyis-kinyis.
Segala jurus panah asmara pun dikeluarkan Tole untuk menjerat Minthul. Sejak kenal Minthul, Tole pun jadi sering berpenampilan necis. Rambutnya selalu klemis, kumisnya juga selalu ia cukur biar terlihat lebih muda.
Melihat Tole yang secara fisik lumayan ganteng dan sudah punya pekerjaan tetap, Minthul pun
akhirnya klepek-klepek. Ajakan menikah dari Tole pun akhirnya tak ditolak Minthul. Meskipun, sosok Tole sendiri sejatinya masih cukup misterius bagi Minthul. Ia menganggap Tole sosok yang cool.
Sebab, Tole tak pernah cerita banyak soal masa lalunya. Nah, usai menikah dengan Tole, Minthul jadi tahu sifat Tole yang sesungguhnya.
Tole dikenal sebagai suami yang tempramen. Selain itu, perhatian Tole pun tak seperti saat masih pacaran dulu.
“Padahal, dulu waktu masih sering main ke diler, kelihatannya sopan dan baik, eh ternyata……,” keluh Minthul sambil mengelus dada.
Selain sikapnya yang temperamen, Tole juga suka morotin duit Minthul. Hasil jerih paya Minthul bekerja di diler sering diembat Tole buat foya-foya. Padahal, kala itu Tole juga masih bekerja. Namun, ia tetap meminta duit ke Minthul.
“Tak hanya morotin uang saya, segala BPKB motor sampai sertifikat rumah juga diambilnya (Tole),” gumam Minthul.
Minthul sendiri meski bekerja sebagai SPG, ia sejatinya berasal dari keluarga yang cukup mampu. Kedua orang tuanya termasuk petani sukses di Puspo.
Hal itu pun sering dimanfaatkan Tole. “Bahkan, ia tak malu-malu menyuruh saya minta uang ke orang tua. Saya ndak mau lah karena harga diri,” ujarnya.
Bila tak menuruti keinginan Tole, Minthul pun disiksa lahir batin. Tak hanya tak diberi jatah di ranjang, Minthul pun kerap dibentak.
Bahkan, Minthul juga pernah dikunci di dalam kamarnya seharian karena tak menuruti permintaan Tole.
Melihat perilaku suaminya yang lambat tahun kian menjadi-jadi, Minthul pun jadi geregetan.
Lantaran tak pernah pegang duit, Minthul jadi curiga dengan Tole. Ia pun akhirnya menelusuri aktivitas Tole. Dari situlah terungkap kalau ternyata Tole selama ini rajin mengirim duit ke istri pertamanya di Tulungagung.
Betapa hancur hati Minthul saat mengetahui fakta tersebut. “Huh, saya langsung marah ke dia. Seketika itu saya usir dia dari rumah,” cerita Minthul.
Akhirnya, pada 2012 lalu, Minthul menggugat cerai ke Pengadilan Agama Kota Pasuruan.
Pernikahan 4 tahunnya dengan Tole masih terasa menyisakan perih. Setelah cerai, justru Minthul bebas bekerja ke berbagai kota di Indonesia.
“Saya memang telat ambil surat cerainya, dulu cerai memang tahun 2012, tapi sekarang baru diambil,” ujarnya saat ditemui di PA Kota Pasuruan, beberapa waktu silam.
Saat ini, Minthul merasa kondisinya jauh lebih baik karena terlepas dari Tole. “Saya lega, semoga cuma saya saja yang mengalami ini. Untung pernikahan kami belum menghasilkan momongan,” ujar perempuan yang menyandang status janda muda ini.
Saat ini, Minthul sendiri belum berniat untuk menikah lagi. Ia masih enjoy dengan karirnya. Ia berencana bekerja di Jakarta.
“Sudah ditawari kerja di Jakarta sama saudara, ini mau berangkat,” ujarnya semringah. (eka/mie)
Editor : Muhammad Fahmi